Syarat Mendirikan Perusahaan Penanaman Modal Asing di Indonesia

Sebagai Negara yang sedang berkembang, tentu Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah dan tentu hal ini menarik minat pemodal asing untuk menanam modalnya dan berbisnis di Indonesia. Perusahaan Penanaman Modal Asing yang berbisnis di Indonesia sudah ada sejak Indonesia mereka, tepatnya di tahun 1950an. Undang-undang yang mengatur perihal penanaman modal asing di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal (UU Penanaman Modal) yang mengatur segala hal terkait investasi pihak asing di Indonesia termasuk prosedur pendiriannya. Investasi ini bisa sebagian memakai modal lokal atau sepenuhnya memakai modal perusahaan asing. Pemodal asing itu sendiri bisa dari instansi Negara lain, pemerintahnya, atau perusahaan asing.

Secara khusus tidak ada perbedaan mencolok antara prosedur mendirikan Perusahaan Penanaman Modal Asing dengan perusahaan lokal. Perbedaan yang mendasar hanyalah dari segi modal dan pemegang saham saja. Terkait kepemilikan saham, maka saham PMA bisa sepenuhnya dimiliki oleh pihak asing atau sebagian milik orang lokal. Untuk masalah modal, jumlah minimumnya adalah Rp. 50 juta dan untuk perusahaan PMA modal awalnya minimal Rp. 10 Milyar.

Bagi investor asing yang ingin mendirikan Perusahaan Penanaman Modal Asing di Indonesia harus mempersiapkan dulu dokumen perizinannya di Indonesia, yaitu :

  1. Izin Prinsip dari BKPM
  2. Akta Pendirian PT PMA dari Notaris
  3. Keputusan Menteri perihal pengesahan status badan hukum PT PMA dari Mentari Hukum dan Hak Asasi Manusia
  4. Keterangan domisili dari pemda setempat
  5. NPWP dan PKP dari kantor pajak
  6. Izin Usaha dari BKPM
  7. TDP dari instansi untuk BPPT, dan
  8. Laporan kesejahteraan dari Sub Departemen di Kementrian Ketenagakerjaan dan Surat Wajib lapor Ketenagakerjaan
  9. Nama PT
  10. Bidang Usaha (Setidaknya 5 Bidang)
  11. Nama Pemilik Modal
  12. Klasifikasi Usaha (apakah kecil, menengah, atau besar)
  13. Nama pemimpin perusahaan
  14. Copy KTP/Paspor investor
  15. Foto pemimpin perusahaan 2 lbr (3 X 4)
  16. Nama dan Copy KTP Komisaris
  17. Surat Keterangan Domisili
  18. Copy Surat Kepemilikan Tempat Usaha atau Bukti Sewa
  19. No telp Perusahaan
  20. Denah Lokasi Perusahaan
  21. Stempel Perusahaan

Saat ini iklim investasi asing di Indonesia sedang stabil sehingga investor asing banyak yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Ini merupakan indikasi bagus karena dengan banyaknya penanam modal yang berbisnis di Indonesia, akan terbuka pula banyak lapangan kerja bagi rakyat Indonesia dan tentu hal ini turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk masalah perizinan, semua dokumen yang kami sebutkan di atas berlaku secara umum untuk semua PT PMA sedangkan untuk Perusahaan Penanaman Modal Asing yang berbisnis pada sektor khusus maka diperlukan dokumen perizinan tambahan. Maka dari itu, investor asing harus memperhatikan ketentuan ini sebelum mulai berinvestasi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =