Sengketa tanah adalah kasus yang dapat merugikan di satu pihak dan menguntungkan di pihak lainnya. Agar tidak ada yang di rugikan, maka kasus sengketa tanah harus diselesaikan secara hukum. Proses penyelesaian harus didahului dengan adanya laporan dari pihak yang bersengketa. Adapaun proses hukum selanjutnya yang dapat dilaksanakan adalah sebagai berikut:

  1. Kondisi Pertama, jika keputusan dari pengadilan atas gugatan ke dua belum berkekuatan hukum yang tetap, selanjutnya pihak penggugat dapat mengajukan upaya hukum biasa terhadap gugatan tersebutuntuk yang diputuskan pada tingkat:
  2. Pengadilan Negeri

Maka penggugat dapat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi

  1. Pengadilan Tinggi

Maka penggugat dapat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung

  1. Kondisi kedua, apabila gugatan sengketa tanah telah memperoleh putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, selanjutnya pihak penggugat dapat mengajukan permohonan upaya hukum luar biasa atau yang disebut peninjauan kembali (PK) atas gugatannya.

Upaya Peninjauan Kembali (PK) di dasarkan atas prosedur dan ketetapan di dalam pasal 67 Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung yang telah diubah melalui peraturan Undang – Undang No. 5 Tahun 2004. Peninjauan kembali (PK) dapat diajukan dengan alasan-alasan sebagai berikut:

  1. Jika keputusan di dasarkan atas suatu kebohongan atau penipuan oleh pihak lawan yang diketahui setelah perkaranya diputuskan atau dengan kata lain didasarkan kepada bukti-bukti yang kemudian oleh hakim pidana dinyatakan palsu.
  2. Jika setelah perkara diputuskan, kemudian ditemukan surat-surat bukti yang dapat menentukan dimana pada saat sebelumnya ketika perkara diperiksa surat-surat tersebut tidak dapat ditemukan.
  3. Jika sesuatu atau perihal yang tidak di tuntut atau lebih dari pada yang di tuntut telah di kabulkan
  4. Jika di antara pihak-pihak yang sama mengajukan kasus yang sama atas dasar yang sama oleh Pengadilan yang sama telah diberikan putusan yang saling bertentangan satu sama lain.
  5. Jika suatu putusan terbukti mengandung kesalahan atau suatu kekeliruan oleh Hakim yang nyata.

Demikian proses hukum penyelesaian Sengketa Tanah yang telah dikutip dari hukumonline.com

Silakan Share Artikel Ini:

1 Comment. Leave new

  • Apa Kabar Pak Zulkifli Tiloli?Semoga dalam keadaan sehat waialfat, saat ini saya masih berbendera carsurin pak, sama seperti dulu waktu saya maen ke kantor bapak di carsurin medan, ada yg bisa kami bantu pak untuk survey P I di Batam?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

eight + 4 =

Menu