Persaingan Dalam Industri Bioskop

Persaingan Usaha di Indonesia diatur di dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Dalam prakteknya, di dukung dengan adanya Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang dibentuk pada bulan Juni tahun 2000, dimana KPPU ini bertugas sebagai badan independen yng mengawasi pelaksanaa Undang-Undang No. 5 tersebut.

Dalam usaha Industri Bioskop, tentu praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dilarang. Namun, ada kasus yang melibatkan industri bioskop di Indonesia yang di duga melanggar ketentuan Undang-Undang No. 5 Tahun 1999, yaitu kasus Group 21 Cinemaplex dan Blitz Megaplex pada tahun 2009. Blitz Megaplex melaporkan 21 Cinemaplex yang di duga melanggar beberapa pasal. Di antara pasal-pasal yang dilanggar adalah pasal tentang posisi dominan yaitu pasal 25, pasal 26 dan pasal 27. 21 Cinemaplex juga melanggar kententuan pasal 17, 1. 8, dan 19 yang secara jelas melanggar monopoli usaha.

Pada bulan Juli 2002, terjadi kasus yang sama yang melibatkan 21 Cinemaplex dengan Monopoly Watch di mana 21 Cinemaplex dilaporkan ke KPPU dengan dugaan pelanggaran pasal yang sama dengan kasus yang terjadi sebelumnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan KPPU terhadap kasus-kasus di atas, maka di temukan suatu pelanggaran yang terjadi pada pelaksanaan industry Bioskop tepatnya yang berhubungan dengan pasal 27 Undang-Undang No. 5 tahun 2000. Isi dari pasal 27 UU No. 5 tersebut adalah sebagai berikut.

“Pelaku usaha dilarang memiliki saham melebihi batas yang ditentukan atau dalam arti menguasai saham pada beberapa perusahaan sejenis yang melakukan kegiatan usaha di bidang yang sama pada pasar yang sama atau mendirikan beberapa perusahaan yang memiliki kegiatan usaha yang sama pada pasar yang sama. Jika kepemilikan saham tersebut mengakibatkan hal-hal berikut:”

  1. Satu atau sekelompok pelaku usaha menguasai lebih dari 50% pangsa pasar untuk satu jenis barang atau jasa.
  2. Dua atau tiga atau sekelompok pelaku usaha menguasai lebih dari 75% pangsa pasar satu jenis barang atau jasa.

Demikian larangan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dalam usaha industri bioskop. Semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 10 =