Peraturan Pindah Agama Pada Anak-Anak

Pada hakikatnya setiap orang baik itu anak-anak, remaja atau dewasa memiliki haknya untuk menganut agama dan kepercayaan masing-masing tanpa paksaan. Adapan jika terjadi pindah agama yang dilakukan oleh seseorang tentu sudah menjadi tekad dan tujuan dari pribadi tersebut. Artinya, orang yang pindah agama sudah memutuskan dengan benar dan tidak ada keraguan lagi. Agama, sebagai mana menjadi salah satu identitas seseorang tentu tercantum di dokumen atau pun tanda pengenal.

Sebenarnya pindah agama bukanlah sebagai peristiwa kependudukan maupun peristiwa penting yang diatur dalam UU Administrasi Kependudukan. Namun, keterangan mengenai agama atau kepercayaan seseorang memang termasuk ke dalamdata kependudukan yang dicantumkan dalam dokumen kependudukan seperti KTP, Akte Kelahiran dan sebagainya. Untuk Peraturan Tentang Pindah Agama Pada Anak-Anak itu sendiri bisa didasarkan pada UU Administrasi Kependudukan.

Dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan menyebutkan bahwa dokumen kependudukan terdiri dari:

  1. Biodata Penduduk yang memuat nama, tempat tanggal lahir, alamat dan data pribadi lainnya secara lengkap.
  2. Kartu Keluarga (KK) memuat nama lengkap kepala keluarga dan anggotanya, NIK, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, alamat, agama, pendidikan atau pekerjaan, status perkawinan, status hubungan dalam keluarga, dan sebagainya.
  3. Kartu Tanda Penduduk (KTP) mencangkup NIK, nama, alamat, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, golongan darah, agama, status perkawinan, dan pekerjaan.
  4. Surat Keterangan Kependudukan mencangkup nama lengkap, NIK, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, agama, alamat, sertaperistiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang.
  5. Akta Pencatatan Sipil yang mencatat peristiwa penting seperti; kelahiran, kematian, perkawinan yang dialami oleh seseorang dalam register Pencatatan Sipil.

Jadi, jika seseorang anak akan pindah agama atas permintaan orang tua atau pun tidakorang tuanya, maka data kependudukan anak yang baru harus dicantumkan di KK jika usia masih dibawah 17 tahun, namun untuk agamanya dicantumkan jika sudah memiliki KTP. Apabila anak sudah berusia 17 tahun, maka data kependudukan yang baru termasuk harus agama anak sudah ada dalam KTP barunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =