Pengambilan Akta Cerai

Perceraian adalah suatu pemutusan hubungan perkawinan yang dapat dilakukan melalui talak kepada pembuat talak dan penerima talak, yang selanjutnya talak dapat di kabulkan melalui pengadilan agama. Hasil dari keputusan pengadilan mengenai gugatan cerai akan di bukukan secara hukum di dalam akta cerai. Akta cerai ini kemidian dapat di ambil sebagai bukti bahwa kedua pihak yang bersangkutan (yang bercerai) telah sah memutuskan hubungan perkawinan.

Seperti yang di jelaskan di dalam pasal 147 Kompilasi Hukum Islam (KHI) bahwa dalam hal gugatan perceraian di kabulkan oleh pengadilan maka panitera Pengadilan Agama (PA) menyampaikan salinan surat putusan tersebut kepada suami isteri atau kuasanya dengan menarik Kutipan Akta Nikah dari masing-masing yang bersangkutan (pihak yang bercerai).

Panitera Pengadilan Agama selanjutnya akan mengirimkan salinan putusan Pengadilan Agama yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap kepada Pegawai Pencatat Nikah yang berada di daerah setempat atau dekat tempat tinggal pihak yang bercerai untuk diadakan pencatatan.

Di dalam pasal 84 ayat (4) UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama juga diatur diatur bahwa panitera Pengadilan Agama wajib memberikan akta cerai sebagai surat bukti cerai kepada para pihak yang bercerai dengan waktu selambat-lambatnya tujuh hari sejak putusan yang memperoleh kekuatan hukum tetap tersebut di beritahukan kepada para pihak yang bercerai dan saksi.

Oleh karena itu, untuk mengambil surat atau akte cerai maka pihak yang bersangkutan harus menghadap ke Bagian Panitera Pengadilan Agama di mana sidang perceraiannya dahulu di putus. Apabila ada suatu hal yang menghalangi pihak yang bersangkutan dapat memberikan surat kuasa khusus pada seorang wakil untuk menanyakan atau mengambil akta cerai tersebut di Pengadilan Agama.

Demikian mengenai prosedur pengambilan akta cerai serta dasar hukum yang mengaturnya. Semoga informasi ini dapat menjadi sumber acuan bagi pihak-pihak yang akan mengambil akta cerai, maupun pihak lain yang memerlukan informasi mengenai tata cara pengambilan akat cerai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 1 =