Nikmatnya Berbisnis Kuliner dan Keutamaan Sertifikasi Halal

Bisnis kuliner adalah bisnis yang dilirik banyak kalangan. Banyak sekali selebritis, kalangan pejabat hingga atlet kita yang berbisnis kuliner karena menyadari bahwa makanan adalah kebutuhan utama manusia yang harus dipenuhi setiap hari. Tapi dalam bisnis kuliner anda harus menyadari pentingnya Sertifikasi Halal agar produk yang anda pasarkan tidak diragukan oleh masyarakat. Selain itu dengan memiliki sertifikasi halal, bisnis kuliner yang dijalankan akan langgeng dan banyak pelanggannya.

Untuk memiliki Sertifikasi Halal anda harus menyerahkan beberapa dokumen yang bersifat kedinasan serta prosedur yang harus diikuti misalnya harus mengisi formulir yang tersedia. Dokumen-dokumen yag harus dilengkapi di sini meliputi :

  1. Spesifikasi dan sertiikat halal bahan baku, bahan yang ditambahkan dan bahan pembantu lainnya bersama bagan alur proses.
  2. Surat Keterangan halal dari MUI daerah, sertifikasi halal dari lembaga islam yang diakui oleh MUI bagi produk impor untuk bahan yang asalnya dari hewan beserta turunannya
  3. Sistem jaminan halal yang dijelaskan dalam panduan halal bersama prosedur pelaksanaannya

Setelah semua dokumen tadi anda lengkapi dan diserahkan, berikutnya lokasi usaha anda akan diaudit oleh tim auditor LP POM MUI. Ini hanya dilakukan apabila formulir yang diisi sudah dikembalikan ke LP POM dan kelengkapannya di cek di sini.

Hasil audit dan hasil pengecekan di laboratorium selanjutnya akan dirapatkan oleh para tenaga ahli di LP POM MUI. Apabila semua hasil audit sudah memenuhi persyaratan kemudian akan dibuatkan laporannya dan diajukan dalam siding komisi fatwa MUI untuk memutuskan pemberian status halal.

Terdapat kemungkinan di mana fatwa MUI akan menolak hasil audit yang dilaporkan. Hal ini sering terjadi apabila persyaratan yang sudah ditentukan belum dipenuhi.

Sertifikasi Halal hanya akan diterbitkan oleh MUI apabila status kehalalan sebuah produk sudah disetujui oleh komisi fatwa MUI.

Bila sebuah perusahaan sudah diterbitkan sertifikat halalnya, maka perusahaan itu harus mengangkat seorang auditor halal di lingkungan internalnya untuk menjamin keberlangsungan status halal. Apabila kemudian ditemukan perubahan dalam pemakaian bahan baku, bahan penambah atau bahan lainnya yang dipergunakan dalam proses produksi maka pihak auditor halal harus melaporkan hal ini untuk memperoleh “ketitiberatan penggunaannya”.

Ada waktu di mana sertifikat halal ini dinyatakan tidak lagi berlaku dan secara umum prosedur untuk memperpanjang sertifikasi halal adalah sebagai berikut :

  1. Apabila produsen berkeinginan untuk melakukan perpanjangan atas sertifikat yang dimilikinya maka ia harus meminta formulir pendaftaran yang sudah disediakan kemudian mengisinya.
  2. Formulir diisi sesuai dengan perkembangan terakhir dari produk
  3. LP POM MUI harus diberi laporan terkait perubahan pada bahan baku, bahan penambah dan bahan penolong serta pengelompokan produk
  4. Produsen diharuskan menyerahkan dokumen terkini terkait spesifikasi, sertifikat halal dan bagan alur proses

Jika Sertifikasi Halal sudah ada ditangan, kami doakan semoga anda bisa berbisnis dampai sukses dan punya banyak pelanggan. Semoga sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − 11 =