Mengapa Pajak Jual Beli Tanah Sangat Penting? Ini Alasannya

Sebagai orang yang cinta tanah air, anda tentu harus membayar pajak jual beli tanah, tapi akan lebih baik jika anda tahu berapa besaran pajak dan apa yang harus anda bayar sebelum membeli atau menjual sebuah properti. Pengetahuan tentang pajak harus dipahami karena nantinya ada sejumlah dana yang harus anda bayar yang secara otomatis mempengaruhi jumlah uang yang anda keluarkan untuk membeli properti atau jumlah uang yang diterima untuk penjualan properti. Ketika kesepakatan sudah tercapai, anda harus membayar pajak untuk Negara kita tercinta Indonesia.

Saat menjual atau membeli rumah, pajak apa saja yang harus dibayar

Ketika sebuah properti menjadi objek jual beli maka ada sejumlah pajak yang harus dibayarkan, apa sajakah itu? Di sini kita akan membahasnya satu persatu.

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

Ini adalah Pajak jual beli tanah yang besarannya ditetapkan oleh Negara dan menjadi dasar dari pemberlakuan pajak pada PBB. Besaran NJOP tidak sama untuk setiap daerah. Anda bisa mengetahui besaran NJOP melalui berkas properti yang akan dibeli yaitu berkas pembayaran PBB. Melalui berkas ini anda bisa menentukan jumlah NJOP yang harus dibayar. Baik penjual atau pembeli akan sama-sama mengetahui jumlah pajak yang harus dibayar oleh masing-masing pihak. Selain itu, anda bisa tahu kisaran harga jual tana di atas NJOP dengan demikian anda bisa mengajukan penawaran harga terbaik.

Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP)

Ini adalah besaran atas objek dalam bentuk property/tanah yang hak nya anda peroleh dengan penghitungan berkonteks Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dalam hal ini besaran yang digunakan NPOK dicapai melalui kesepakatan yang terdapat dalam NJO PBB atau perjanjian pengalihan hak, dengan penentuan nilai yang lebih tinggi.

Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak ini dipotong dari penghasilan anda secara langsung dan mekanismenya memiliki sifat final. Dalam hal ini anda sendiri yang menyetorkan pajak PPh, setelah dilakukan pemotongan atau pemungutan oleh Negara.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Pajak jual beli tanah ini adalah potongan yang dibebankan Negara atas peralihan hak bangunan dan tanah yang anda peroleh. Hak yang anda dapat atas bagunan atau tanah ini merupakan kejadian hukum yang membuat hak ini jatuh ke tangan individu atau instansi tertentu.

BPHTB pembeli besarannya adalah 5 persen dari NJOP

PPh Penjual besarannya 5 persen dari NJOP dikurangi NPOPTKP

Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP)

Ini adalah besaran NPOP ketika menghitung BPHTB terhutang dan menjadi nilai pengurang. NPOPTKP dibebankan untuk semua hak yang anda peroleh sebagai pengurang terhadap perhitungan BPHTB terhutang. Setiap wilayah memberlakukan besaran NPOPTKP yang berbeda-beda. Misalkan saja besaran untuk daerah Jakarta sebesar Rp. 60.000.000, Tangerang Rp. 30.000.000 dan wilayah Bogor Rp. 40.000.000. Pada dasarnya perda setempat mempengaruhi jumlah besaran yang ditetapkan.

Sekian dulu bahasan kita hari ini tentang Pajak jual beli tanah, semoga memberi banyak manfaat untuk anda yang akan membeli dan menjual properti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =