Memulai Usaha Klinik Yang Sesuai Dengan Aturan Hukum

No Comments

Sehari-hari kita sering mendengar istilah klinik. Mendengar kata ini ingatan kita langsung tertuju ke tempat dokter praktek, tapi sebetulnya tidak seperti itu. Istilah klinik sering digunakan untuk bidang lainnya seperti klinik pajak, klinik hukum, klinik internet, klinik desain dan lain-lain. Tapi yang dibahas di sini adalah klinik dokter jaga dan melalui artikel ini anda akan tahu apa saja langkah yang diperlukan untuk memulai usaha klinik.

Menurut Pasal 1 Permenkes No. 09/2014 dijelaskan bahwa “Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/atau spesialistik.”

Berdasarkan pernyataan di atas usaha klinik adalah usaha pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh perorangan dengan background kedokteran. Aturan ini lebih dispesifikasi lagi di tahun 2011 melalui Permenkes 028/2011 mengenai prosedur mendirikan usaha klinik agar pendiriannya lebih teratur dan manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat luas tapi juga oleh pemiliki usaha klinik yang bersangkutan.

Di Indonesia terdapat banyak peraturan perihal layanan kesehatan, kalaupun anda ingin memulai usaha klinik anda harus mempelajari dulu semua aturan perundangan ini. Kalau sudah paham anda akan terhindar dari kebingungan terkait operasional dari bisnis ini di masa depan.

Agar lebih paham anda bisa membaca beberapa peraturan berikut ini (Sumbernya bisa anda ambil di internet).

  1. UU No. 29 Tahun 2004 Mengenai Praktik Kedokteran
  2. UU No. 36 Mengenai Kesehatan
  3. PP No. 32 Tahun 1996 Mengenai Tenaga Kesehatan
  4. PP No. 51 Tahun 2009 Mengenai Pekerjaan Kefarmasian
  5. Permenkes No. 028 Tahun 2011 Mengenai Klinik
  6. Permenkes No. 666 Tahun 2007 Mengenai Klinik Rawat Inap Pelayanan Medik Dasar
  7. Keputusan Menteri Kesehatan No. 364/Menkes/SK/III/2003 Mengenai Laboratorium Kesehatan
  8. Permenkes No. 512/Menkes/SK/III/X/2007 Mengenai Izin Praktik Dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran
  9. Permenkes No. 269/Menkes/Per/III/2008 Mengenai Rekam Medis
  10. Permenkes No. 290/Menkes/Per/III/2008 Mengenai Persetujuan Tindakan Kedokteran
  11. Permenkes No. 657/Menkes/Per/VIII/2009 Mengenai Pengiriman dan Penggunaan Spesimen Klinik, Materi Biologik dan Muatan Informasinya
  12. Permenkes No. 4111/Menkes/Per/III/2010 Mengenai Laboratorium Klinik

Untuk memulai usaha klinik anda akan memerlukan perizinan. Pertama-tama yang harus anda tentukan adalah lokasi, dalam hal ini tempat praktik yang dipilih lebih baik milik anda sendiri karena bila berstatus kontrakan maka biaya sewa nya cenderung mahal. Untuk memulai bisnis ini anda memerlukan izin praktek pribadi, paling tidak anda memerlukan SIP. Untuk klinik, perizinannya malah lebih banyak lagi yaitu :

  • Perizinan dari puskesmas setempat
  • Perizinan dari tetangga sekitar
  • SIP dokter penanggung jawab, dokter pelaksana dan perawat
  • SIP apoteker jika klinik itu ada apotekernya
  • IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

SIP adalah dokumen yang sangat penting dan untuk memperolehnya anda bisa mengurusnya sendiri atau melalui bantuan pihak ketiga. Untuk biayanya sekitar 300.000 dan rinciannya sebagai berikut :

  • 50.000 sebagai biaya untuk membuat rusat rekomendasi IDI (Berlaku di semua sektor wilayah IDI)
  • Biaya kedua sekitar Rp. 150.000 untuk mengurus di Sudinkes
  • 100.000 sebgai biaya tidak terduga

Selain hal di atas, anda harus mempersiapkan biaya lainnya untuk pengurusan dokumen dan alat-alat praktek klinik, obat klinik, dan biaya maintenance lainnya. Memulai usaha klinik memerlukan banak investasi tapi tentu saja itu akan banyak bermanfaat, terutama bagi masyarakat luas untuk pelayanan kesehatan yang anda berikan.

Silakan Share Artikel Ini:
Previous Post
Bagaimana Memulai Usaha Restoran Agar Sukses dan Laris Manis
Next Post
Untung Manis Dengan Berbisnis PAUD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

5 × 1 =

Menu