Langkah-Langkah Pembuatan IMB

Pembuatan rumah secara legal membutuhkan Pembuatan IMB. Anda memerlukan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang secara resmi dikeluarkan oleh dinas pemerintah setingkat kota ketika sebuah rumah direnovasi, direhabilitasi atau dilakukan pembangunan rumah baru. Yang dimaksud dengan bangunan di sini adalah gedung perkantoran, rumah ibadah, rumah susun dan rumah tinggal.

Ketika anda berencana untuk mendirikan bangunan, sebaiknya pengurusan IMB nya dilakukan sejak jauh-jauh hari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Di masa depan, jika pemilik bangunan tidak memiliki kelengkapan dokumen saat ingin menjual propertinya, maka hal ini akan menyulitkan si pemilik bangunan itu sendiri.

Pengurusan IMB (Izin Mendirikan Bangunan)

Karena sering mendengar berbelitnya birokrasi dalam pengurusan sebuah dokumen, banyak orang jadi malas mengurus IMB padahal kenyataan yang terjadi tidak seperti itu. IMB sendiri kepemilikannya ditujukan untuk keteraturan baik dalam hal tata letak bangunan, dari sisi kenyamanan maupun pertuntukan tanah itu sendiri. Bila semua bangunan tata letaknya teratur maka nantinya tata kotanya akan lebih baik.

Sebagai informasi, bila anda mengurus sendiri pembuatan IMB sesuai jalur dan waktu yang ditentukan, maka biaya administrasinya tidak lebih besar dari satu juta rupiah. Waktu pengurusannya pun tidak lama hanya berkisar 2 sampai 3 minggu. Waktu pemrosesan sebuah IMB bervariasi dan disesuaikan dengan kebijakan wilayah setempat dan berkas yang dibutuhkan.

Ketika anda mengajukan pembuatan IMB maka anda harus melengkapi semua dokumen yang harus disertakan. Di antara dokumen yang diperlukan adalah salinan desain bangunan dan denah, salinan sertifikat tanah, salinan KTP pemilik lahan dan bangunan, kemudian surat perjanjian pemakaian lahan seandainya lahan yang akan didirikan bangunan di atasnya bukan milik anda.

Ketika dalam proses mendirikan bangunan ada beberapa perubahan yang berdampak serius pada keseluruhan desain awal bangunan, misalnya perubahan bentuk dan fungsi, maka IMB nya juga harus diperbaharui.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus anda ikuti ketika anda mengurus sendiri pembuatan IMB untuk bangunan anda :

  1. Datang ke kantor Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk meminta formulir
  2. Mengisi formulir dan ditandangani dengan menyertakan materai Rp. 6.000 oleh pemohon
  3. Melegalisir Formulir di kantor kelurahan dan kecamatan di lokasi di mana bangunan didirikan
  4. Menyertakan Lampiran-Lampiran yang diperlukan seperti :
  • Foto denah, tampak (kurang lebih 2 gambar), potongan (kurang lebih 2 gambar), desain pondasi, desain atap, desain sanitasi dan site plan.
  • Foto konstruksi beton dengan perhitungannya
  • Foto konstruksi baja dengan perhitungannya
  • Hasil pengujian tanah beserta uji laboratorium mekanika tanah bila bangunan yang didirikan terdiri dari 2 lantai atau lebih
  • Sertifikat HM (Hak Milik) atau HGB (Hak Guna Bangunan) atau surat keterangan kepemilikan tanah
  • Bila bangunan yang didirikan berhimpit dengan batas persil maka diperlukan surat persetujuan tetangga
  • Bila tanah tidak dimiliki oleh pemohon maka diharuskan menyertakan surat kerelaan tanah yang disertai materai Rp. 6.000 dari pemilik tanah
  • Bila proyek bangunan diborongkan maka sertakan pula SPK (Surat Perintah Kerja)
  • Bila bangunan didirikan untuk tujuan komersial maka sertakan pula Izin Usahanya (HO)
  • Apabila lokasi bangunan menyimpang dari Tata Ruang Kota maka harus ada izin prinsip dari pejabat kepala daerah
  1. Semua formulir yang sudah anda isi kemudian beserta lampiran pendukung selanjutnya diserahkan ke DPU
  2. Nantinya pemohon akan diklarfikasi bila pembuatan IMB nya disetujui atau ditolak.

Agar proses pengurusan IMB berjalan lancar tanpa kendala maka usahakan agar seluruh dokumen yang diperlukan dilengkapi. Kami sangat menyarankan agar pengurusan IMB ini anda lakukan sendiri tanpa melalui perantara. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + fourteen =