Kontrak Trading Future

Kontrak Trading Future disebut juga dengan istilah perdagangan berjangka komoditi. Pengertian mengenai kontrak trading future di atur di dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Adapaun beberapa pengertian nya adalah sebagai berikut

  1. Kontrak trading future atau perdagangan berjangka komoditi adalah semua yang berkaitan dengan jual beli komoditi yang diserahkan berdasarkan kontrak berjangka dan pilihan atas kontrak berjangka.
  2. Kontak berjabgka adalah suatu kontrak standar dalam menjual dan membeli komoditi dalam jumlah, kualitas, jenis, tempat serta waktu penyerahan di hari kemudian yang sudah ditentukan dan yang termasuk ke dalam pengertian kontrak berjangka adalah pilihan atau kontrak berjangka.
  3. Opsi atau kontrak berjangka merupakan kontrak yang memberikan hak bagi pembeli untuk dapat membeli atau menjual Kontrak Berjangka atas suatu komoditi dalam jumlah, harga, jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya dengan membayar sejumlah premi.

Dalam jual beli komoditi tidak hanya dikenal kontrak berjangka komoditi, ada pula yang di sebut kontrak berjangka indeks. Kontrak berjangka indeks di atur di dalam SK Kepala Badan Pengawas Perdagangan berjangka komoditi (Bappebti) No. 55 Tahun 2005. Yang diperdagangkan menurut Surat Keputusan tersebut adalah berupa Valuta Asing (indeks dan forex). Ini merupakan salah satu jenis sistem perdagangan alternatif.

Bedanya mengenai status hukum antara perdagangan berjangka komoditi dan perdagangan yang bersifat alternatif dengan kontrak berjangka indeks adalah perdagangan berjangka komoditi tetap sah karena ada perjanjian yang dilakukan sebagai bentuk kesepakatan yang menjadi dasar hukum sahnya. Perjanjian masih berlaku dan relevan karena di dalam perdagangan berjangka komoditi tersebut ada benda yang di perdagangkan serta ada pembayaran dan penyerahan barang. Sementara itu, berkaitan dengan ketentuan SK Kepala Bappebti No. 5 Tahun 2015, bahwa perdagangan berjangka indeks tidak terjadi adanya seah terima barang, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perdagangan altenatf tidak relevan dengan hukum perdata yang berlaku dalam jual beli komoditi di Indonesia.

Sekian singkatnya mengenai perdagangan komoditi atau kontrak trading future dan status hukum jual belinya yang berlaku di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + eighteen =