Ketentuan Hukum Adopsi Anak Beda Agama

Pada dasarnya prinsip pengangkatan anak berdasarkan hukum Indonesia adalah meliputi Calon Orang Tua Angkat harus menganut agama yang sama dengan Calon Anak Angkat. Pengertian Anak Angkat/Adopsi dijabarkan pada UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak yaituanak yang haknya dialihkan dari kuasa keluarga orang tuanya, wali yang sah, dan/atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan maupun pendidikan serta membesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan putusan atau penetapan pengadilan.”

Sementara arti Adopsi atau pengangkatan anak dijabarkan pada Pasal 1 Ayat 2 Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2007, adopsi diartikan sebagai suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua/wali yang sah dan/atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan serta pendidikan sampai urusan membesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat.

Sahnya pengangkatan anak berdasarkan hukum adalah dilihat dari kesesuaian antara tata cara yang diatur dalam UU yang berlaku dan adat kebiasaan di lingkungan setempat. Di dalam UU yang menjadi syarat utama perihal pengangkatan anak yaitu pengangkatan tersebut tidak bermaksud memutuskan hubungan darah antara anak angkat dengan orang tua kandungnya.

Kemudian permohonan pengangkatan anak yang memenuhi syarat wajib diajukan ke pengadilan dalam upaya mendapatkan penetapan pengadilan. Mengenai agama dijelaskan di dalam Pasal 39 ayat 3 UU No. 35 Tahun 2014 bahwa anak angkat harus seagama dengan orang tua angkatnya sebagaimana dijabarkan pula pada Pasal 3 Ayat 2 PP No. 54 Tahun 2007. Hal ini semata-mata untuk kebaikan. Apabila agama calon anak angkat tidak diketahui, maka orang tua nagkat dapat menyesuaikan agamanya dengan agama mayoritas penduduk setempat (Pasal 3 Ayat 2 PP No. 54/2007.

Di dalam artikel berjudulKewenangan Pengadilan ALembaga Pengangkatan Anak dalamgama dari Badan Peradilan Agama Kementerian Agama RImeyatakanbahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Musyawarah Kerja Nasional pada bulan Maret 1984 memfatwakan bahwa prinsip kesamaan agama dalam pengangkatan anak adalah semata-mata untuk kebaikan anak itu sendiri serta sebagai wujud tanggung jawab sosial unutuk memelihara, mengasuh serta mendidik anak angkatseperti anak sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 9 =