Keaslian Sertifkat Tanah

Keaslian Sertifkat Tanah

Keaslian Sertifkat Tanah

Keaslian Sertifkat Tanah

Sertifikat tanah merupakan dokumen penting yang menjadi landasan hukum atas kepemilikan tanah. Oleh karena itu, status keaslian dan validitasnya harus diperhatikan. Mengingat sering terjjadi kasus pemalsuan sertifkat tanah. Adapula perbedaan antara nama yang tercantum di dalam sertifikat tanah dengan nama kepemilikan PBB yang sering dipertanyakan. Untuk menanggapi hal ini, maka kali ini akan dibahas mengenai cara membuktikan keaslian sertifikat tanah.

Beberapa penjelasan yang dikutip dari situs resmi hukumonline.com, akan menjadi pedoman yang tepat bagi anda bila ingin mengecek status asli atau tidaknya sertifikat tanah anda atau orang lain. Tepatnya, untuk mengecek keaslian sertifikat tanah dapat dilakukan di kantor Badan Pertanahan nasional (BPN). Setiap orang memang memiliki hak untuk memeriksa sertifikat tanah apakah asli atau palsu sperti yang dijelaskan dalam Pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Pada proses pengecekan sertifikat tanah, setiap orang diperbolehkan juga membawa PPAT yang bersangkutan pada saat sertifikat diterbirkan. Kemudian sertifikat akan dicocokan dengan arsip yang disimpan di BPN.

Adapun dalam melakukan pengecekan seertifikat tanah, pihak yang bersangkutan harus membawa beberap dokumen untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Dokumen-dokumen tersebut meliputi:

  1. Sertifikat tanah yang asli
  2. Foto copy KTP pemohon atau kuasa hukumnya
  3. Jika pengecekan sertifikat dikuasakan kepada PPAT atau badan hukum lainnya, maka harus ada surat kuasa
  4. Surat pemohonan yang ditanda tangani pemohon

Namun, setiap pengecekaan sertifikat tanah yang dilakukan di BPN akan dikenakan biaya sebesar 25 ribu rupiah.

Bila terjadi kasus dimana nama kepemilikan PBB berbeda dengan nama kepemilikan Sertifikat Tanha, maka tidak dipermasalahkan, mengingat bahwa PBB hanya sebagai bukti pembayaran pajak. Yang berlaku sebagai bukti hak atas tanah adalah Sementara sertifikat, sebagai bukti fisik dan yuridis kepemilikan tanah yang harus sesuai dengan data yang ada di dalam surat ukur dan buku tanah di BPN. Jadi kesimpulannya perbedaan nama kepemilikan PBB dan sertifikat atas sebidang tanah tidak menjadi perkara atau dipertanyakan. Semoga informasi ini dapat dijadikan pedoman untuk mengecek keaslian sertifikat tanah anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + seventeen =