Keabsahan Sertifikat Tanah Yang Ditandatangani Oleh Pantia Adjudikasi

Keabsahan Sertifikat Tanah Yang Ditandatangani Oleh Panitia Adjudikasi

Keabsahan Sertifikat Tanah Yang Ditandatangani Oleh Pantia AdjudikasiSertifikat tanah adalah dokumen yang penting sebagai bukti hak kepemilikan tanah yang sah dan berstatus hukum yang kuat. Oleh karena itu keabsahan atau keasliannya harus dperhatikan saat Sertifikat tanah tersebut di terbitkan. Tempat Anda mendaftarkan sertfikat tanah yang benar adalah di BPN atau Badan Pertanahan Nasional. Biasanya, untuk pertama kalinya ketika mendaftarkan tanah di BPN, syarat dan prosedur admnstratif pengajuan permohonan pembuatan sertifikat tanah akan diserahkan kepada panitia Adjudikasi yang di tunjuk oleh BPN langsung.

Panitia Adjudikasi itu sendiri adalah pelaksana kegiatan pendaftaran tanah untuk yang pertama kal. Panitia Adjudikasi adalah seseorang yang di beri wewenang dan tanggung jawab oleh BPN setempat untuk melakukan pengumpulan dan penetapan kebenaran data fisik maupun data yuridis dari tanah yang akan di daftarkan untuk pertama kalinya tersebut. Pasal 1 Ayat 8 PP No.

24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah. Orang yang di tunjuk sebagai panita Adjudkasi dibentuk oleh Menter Negara Agraria atau Kepala BPN, dan atau bisa juga pejabat yang berwenang membantu Kepala Kantor Pertanahan untuk melakukan prosedur registrasi tanah.

Jadi, bisa saja saat pertama kali Anda mendaftarkan tanah, Sertifkat tanah yang Anda dapat adalah yang di tandatangani oleh panitia Adjudkasi. Seperti yang di jelaskan di dalam pasal 2 Peraturan Menter Agraria No. 3 Tahun 1998 Tentang Kewenangan Menandatangani Buku Tanah dan Surat Ukur serta Sertfikat dapat dilakukan oleh ketua panitia Adjudikasi atas nama kepala BPN, dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Pendaftaran tanah tersebut adalah yang untuk pertama kalinya di lakukan secara sistematik yang melibatkan panitia Adjudikasi.
  2. Untuk pemeliaraan dan pendaftaran tanah yang telah terdaftar untuk pertama kali secara sistematik, dengan memperhatikan bahwa pemeliharaan dan pendaftaran tanah yang pertama kali tersebut di lakukan sebelum penyerahan hasil kegiatan pendaftaran tanah secara sistematik kepada kepala kantor pertanahan.

Jadi dapat di simpulkan bahwa, sertifikat tanah yang di tandatangani oleh Panita Adjudikas tetap sah. Keabsahan sertifkat juga tetap di nyatakan sah dan asli sebagai alat bukti kepemilikan tanah yang sah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + 4 =