Ingin Mendirikan Koperasi? Baca Dulu Pedoman Tata Cara Mendirikan Koperasi Ini

Sebagai sokoguru perekonomian bangsa, koperasi jelas merupakan usaha bersama untuk mewujudkan kesejahteraan. Sebuah koperasi didirikan untuk menunjang aktivitas perekonomian, memajukan usaha dan memberi kontribusi pada pembangunan. Jika anda ingin mendirikan sebuah koperasi maka anda harus lebih dulu mengikuti penyuluhan untuk mendapatkan titik terang tentang maksud dan tujuan didirikannya koperasi, dan tentu hal ini meliputi tujuan pendirian, struktur organisasi dan manajemennya. Oke, saya sarankan anda tidak melewatkan Pedoman Tata Cara Mendirikan Koperasi ini, agar tidak blank sama sekali. ­

Perlu anda ketahui, hingga kini jenis koperasi terus mengalami perkembangan dan kelembagaannya begitu menggairahkan. ­Meskipun begitu, mengembangkan koperasi menjadi sebuah badan usaha dirasa penuh tantangan. Memberdayakan koperasi secara struktural diharapkan bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, meratakan pendapatan dan kesejahteraan rakyat. Terkait Pedoman Tata Cara Mendirikan Koperasi, maka peraturan perundang-undangan yang melandasinya adalah UU No. 25 Tahun 1992 dengan teknis pelaksanaan sebagai berikut :

Untuk Pendirian Koperasi Simpan Pinjam, dokumen yang harus diurus meliputi :

  • Dokumen pengecekan Nama Koperasi
  • Surat Keterangan Penyuluhan Pendirian Koperasi
  • Akta Pendirian Koperasi dari Notaris
  • Hal-Hal Yang Direkomendasikan oleh Dinas Koperasi
  • NPWP Badan atau Koperasi
  • Lokasi Koperasi dari Kelurahan
  • SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
  • TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

Dokumen yang harus dipersiapkan :

  • Fotocopy KTP para pendiri koperasi, setidaknya ada 20 orang
  • Fotocopy KTP dan NPWP pribadi para pengurus koperasi (Pengawas, Bendahara, Sekretaris dan ketua)
  • Jika anda akan mendirikan koperasi simpan pinjam, setidaknya harus ada modal sejumlah Rp. 50.000.000. Selain itu, para pengurus diwajibkan mengurus pembuatan SKCK dan Daftar Riwayat Hidup
  • Menyiapkan Rencana Kegiatan Usaha Koperasi hingga 3 tahun yang akan datang
  • Fotocopy Berita Acara Rapat Anggota saat Pembentukan Koperasi dengan Kuasa Rapat Anggota
  • Fotocopy dari Data Rapat Anggota Saat Mendirikan Koperasi (Daftar Hadirnya)
  • Fotocopy dari Data Pengurus dan Pengawas Koperasi
  • Fotocopy Surat Pernyataan Berisi Tidak Ada Hubungan Kekerabatan Antara Sesama Pengurus/Pengawas Koperasi
  • Syarat yang lain jika dibutuhkan

Yang saya sampaikan di atas adalah persyaratan dokumen, sementara langkah-langkahya adalah :

1- Harus ada keterkaitan dari kepentingan ekonomi di antara sesame calon pendiri koperasi

Akan lebih baik jika koperasi didirikan oleh mereka yang memiliki kepentingan yang sama secara ekonomi. Agar lebih paham tentang segala sesuatu dalam koperasi, hendaknya semua calon pendiri mengikuti penyuluhan sesuai bunyi pasal 3 dan pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992.

2- Melakukan Rapat Pembentukan

Pedoman Tata Cara Mendirikan Koperasi berikutnya adalah melakukan rapat pembentukan. Agar sah, rapat pembentukan ini harus dihadiri setidaknya oleh 20 orang anggota pendiri koperasi (untuk koperasi primer) sedangkan untuk koperasi sekunder harus dihadiri setidaknya oleh 3 koperasi melalui perwakilannya (Pasal 5 ayat 1).

3- Menyusun Akta Pendirian Koperasi

Langkah selanjutnya sebagai pengesahan dari Badan Usaha Koperasi adalah membuat akta pendirian koperasi. Di sini para pendiri koperasi lah yang bertugas menyusun Akta Pendirian Koperasi sedangkan pembuatannya dilakukan oleh Notaris Pembuat Akta Koperasi (Pasal 6 Ayat 1).

4- Diteliti oleh Pejabat Berwenang

Langkah pengesahan berikutnya yang harus dilalui agar koperasi memiliki badan hukum adalah penelitian oleh pejawabat yang berwenang.

Nah sahabat, mungkin itulah garis besar dari Pedoman Tata Cara Mendirikan Koperasi yang harus anda lalui. Silakan dicatat, beri komentar bila perlu. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 18 =