Hukum Warisan

Dalam pembagian harta warisan, ada ketentuan dan dasar hukum yang mengaturnya. Di Indonesia para ahli waris yang sah adalah keturunan sedarah dari pewarisnya. Ada pun besarnya warisan yang kebanyakan berlaku adalah didasarkan atas jenis kelamin, di mana pria memiliki hak dua kali lipat atas warisan orang tuanya sementara wanita hanya sebagain saja.

Mengenai hukum warisan terdapat di dalam pasal 176 Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang berdasarkan atas ketentuan Al-Quran Surah An-Nisa (4): 11 yang berbunyi bahwa

“Bagian anak lelaki sama dengan bagian dua anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan.”

Jadi disimpulkan di dalam pasal 176 Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang ada di dalam Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991, bahwa ketentuan hak waris anak perempuan jika ia anak tunggal berhak atas separoh bagian harta orang tuanya. Jika dua orang atau lebih mereka bersama-sama mendapat dua pertiga bagian. Sementara jika anak wanita memiliki saudara kandung laki-laki haknya adalah satu banding dua artinya saudara laki-lakinya mendapat dua kali dari jumlah harta yang menjadi hanknya.

Apabila dalam pembagiannya, seorang anak perempuan keberatan atas pembagian harta yang telah ditentukan di dalam surah An-Nisa di atas, maka solusi secara Islam yang benar adalah tetap tunduk pada hukum Islam yaitu ada beberapa ketentuan sehingga perempuan tersebut dapat mendapatkan hak warisannya lebih dari saudara laki-lakinya. Adapa pun ketentuannya adalah sebagai berikut:

  1. jika salah seorang di antara ahli waris bersedia memberi haknya kepada orang lain, dalam hal ini adalah anak perempuan tersebut
  2. atau semua ahli waris sepakat membaginya secara merata bukan atas dasar menilai bahwa kadar pembagian yang ditetapkan Allah tidak adil atau keliru.

Jadi, pada dasarnya harta adalah rezeki dan hak masing-masing ahli waris sebagai anugerah Allah SWT yang telah ditetntukan berdasarkan ketetapannya yaitu Surah An-Nisa ayat (4): 11.

Demikian informasi hukum warisan berdasarkan hukum Islam. Semoga informasinya bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 4 =