Hukum Mengenai Hak Waris Istri Kedua

Hukum Mengenai Hak Waris Istri Kedua

Hukum Mengenai Hak Waris Istri Kedua

Hukum Mengenai Hak Waris Istri KeduaJika terjadi sebuah perkawinan antara seorang pria yang memiliki keturunan dengan seorang wanita. Akan tetapi setelah pernikahan, wanita ini tidak dikarunia seorang anak, artinya anak nya hanya anak tiri yang merupakan anak kandung suaminya. Semisalkan sang suami meninggal dunia dan wanita tersebut memutuskan menikah lagi. Itu artinya wanita tersebut putus hubungan dengan anak tirinya. Almarhum sang suami meninggalkan harta tidak bergerak. Bagaimana dengan hak waris istri kedua?

Kita ketahui dulu mengenai harta warisan. Menurut Kompilasi Hukum Islam Pasal 1 huruf (f), harta kekayaan dalam perkawinan merupakan harta yang diperoleh baik sendiri-sendiri atau bersama suami-isteri selama dalam ikatan perkawinan yang selanjutnya disebut harta bersama.

Mengenai objek harta yang harus diwariskan karena wafatnya si pemilik harta, maka pihak yang paling berhak menerima harta warisan tersebut ialah anak-anaknya. Selanjutnya hak atas harta tidak bergerak untuk istri kedua yang diperoleh adalah yang dijelaskan dalam Pasal 94 KHI berikut ini:

  1. Harta bersama dari perkawinan seorang pria yang mempunyai istri lebih dari satu harus masing-masing terpisah dan berdiri sendiri.
  2. Kepemilikan atas harta bersama dari perkawinan seorang pria beristeri lebih dari satu dihitung pada saat berlangsungnya akad perkawinan yang kedua, ketiga atau keempat dan seterusnya.

Berdasarkan ketentuan di atas, itu artinya istri kedua tidak berhak atas harta tidak bergerak yang di dapatkan dalam pernikahan pertama almarhum suaminya. Namun,  dalam Surat Penetapan Waris nama istri kedua memang masuk ke dalam daftar ahli warisnya kerena merupakan istri sah dari suami yang meninggal duina. Adapun hak waris untuk istri kedua b harrupa harta bersama yang diperoleh sejak saat dilakukannya pernikahan antara si suami dengan istri kedua tersebut.

Demikianlah mengenai pembagian hak waris istri kedua dalam suatu perkawinan yang sah. Ketentuan soal pembagian harta ini berdasarkan Kompilasi Hukum Islam yang sah dan berlaku di Indonesia. Jadi, mengenai ketetapan dalam hukum ini bisa menjadi sumber acuan anda dalam hal pembagian warisan, apabila kasus yang sama terjadi di keluarga anda.

1 comment. Leave new

Bagaimana hak anak dari istri.kedua yg memiliki keturunan smtara istri.pertama.tdk memiliki keturunan sdgkn almaruhum sdh.mewariskn tanah untk.anak.dr istri.kedua yg memiliki keturunan tp istri.pertama tdk memberikn.tanah trsebut smtara istri pertama tdk.memiliki.keturuana alasanntdk.diberiknx tanah trsebut.krn tanah.tersebut adalah hrta bersma smtra almarhum telah membuat.wasiat di kntr.kelurahan yg di tanda tanggani oleh pemrintah setempat ttpi.istri.pertama yg tdk.memiliki.keturuna.tetap.tdk.mw.membriknx smtra istri pertama sdh byk.mndapat hrta dr almarhum.suamix bgmn solusix

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + 12 =