Hak Warisan Anak Bawaan Orang Tua

Tata cara pembagian harta waris didasari oleh bentuk hukum yang telah disepakati oleh para ahli waris. Adapaun hukum yang mengatur tata cara pembagain harta waris di indonesia ada tiga yaitu; hukum perdata, hukum agama dan hukm adat.

Ada dua jenis harta yaitu harta bersama yang terdiri dari benda-benda yang dihasilkan dalam masa perkawinan dan disepakati sebagai milik bersama. Kedua, Harta bawaan yaitu harta bawaan dari masing-masing suami dan istri sebagai hadiah atau warisan, yang menjadi penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain.

Apabila dalam pernikahan tidak ada perjanjian pemisahan harta, maka harta akan menjadi harta bersama. Bila terjadi kasus seorang ayah memiliki anak dari hasil pernikahan pertama, kemudian ia cerai dengan istrinya dan menikah lagi dengan wanita lain yang kemudian dikarunia anak juga. Bila anak dari pernikahan pertama menuntut atas harta sebagian dari sebidang tanah dan rumah, maka anak dari pernikahan pertama ayah ini berhak mendapatkannya. Ini yang disebut Hak Waris Anak Bawaan Ayah.

Adapun mengenai hak waris anak bawaan orang tua dari perkawinan pertama di ataur dalam Pasal 582 KUHPerdata sebagai berikut:

  1. Ahli waris yaitu anak-anak atau keturunan dari orang tua baik yang dilahirkan dari lain-lain perkawinan, berhak mewaris harta dari kedua orang tua, kakek nenek atau semua keluarga sedarah mereka tanpa membedakan jenis kelamin dan usia.
  1. Mereka yang berhak mewaris kepala demi kepala apabila mereka bertalian keluarga dalam derajat kesatu dan masing-masing mempunyai hak karena diri sendiri; atau mereka bertindak sebagai pengganti.

Berdasarkan hukum tersebut, maka anak bawaan ayah dari pernikahan pertama masih berhak atas warisan ayah-nya. Akan tetapi untuk obyek warisan ayah dalam harta bersama adalah separuh dari obyek yang ada. Sementara untuk harta bawaan Ayah sepenuhnya adalah obyek waris ayah yang tidak di bagi dua sepert harta bersama, jadi harta bawaan ini adalah hak anak si ayah dari pernikahan pertama.

2 comments. Leave new

Asslamu’alaikum warahmatullahi wakbaaaartuh,Semoga selalu dilimpahkan rahmat dan rizki yang barakah..Saya mohon informasinya bagaimana ya caranya mendapatkan At-Tashil 4.2 nya..Terima kasihWassalam

Ibu saya adalah anak tunggal dr kakek saya swbelum beliau menikah lagi dan mempunyai 6 anak dari istri kedua. Bagaimana pengaturan hukum warisan secara agama atau negara, mengingat sekarang kakek, nenek, ibu dan nenek tiri saya sudah meninggal? Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 − 1 =