Cara Penyertifikatan Tanah Adat Girik

Cara Penyertifikatan Tanah dengan Menggunakan Adat Girik

Cara Penyertifikatan Tanah dengan Menggunakan Adat Girik

Cara Penyertifikatan Tanah Adat GirikSebelum dibahas mengenai cara penyertifikatan tanah adat Girik sebaiknya ketahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan tanah adat. Tanah adat atau yang dimaksud tanah “bekas hak milik adat” atau yang disebut Tanah Girik adalah tanah yang berasal dari tanah adat yang belum dinyatakan sebagai tanah hak milik dan belum terdaftar atau belum memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan.

Untuk tanah Girik, apabila pihak yang hendak melakukan proses penyertifikatan merupakan pemilik asli yang tercantum dalam tanah adat ini, maka tidak diperlukan proses jual beli terlebih dahulu. Dan apabila tanah Girik ini menjadi tanah warisan, sebelum disertifikatkan harus di dahului dengan pembuatan keterangan waris dan prosedur waris. Sementara yang perolehan haknya melalui mekanisme jual beli harus diikuti terlebih dahulu oleh proses jual belinya.

Selanjutnya, mengenai penyertifikatan tanah adat disebut juga pendaftran tanah yang dilakukan atas sebidang tanah yang belum terdaftar secara hukum dengan tujuan untuk mendapatkan hak milik yang sah. Untuk mendaftarkan tanah Girik secara mandiri, yaitu secara sporadis yang dilakukan sendiri oleh pemilik tanah, maka pendaftaran tanah ini tidak perlu didahului dengan proses jual beli. Namun ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi diantaranya:

  1. Surat Rekomendasi dari lurah/camat
  2. Surat pernyataan tidak sengketa dari RT/RW/Lurah.
  3. Surat Permohonan untuk melakukan penyertifikatan
  4. Surat kuasa dari PPAT
  5. Identitas pemohon yang dilegalisir oleh kuasa hukum, berupa fotokopi KTP, Kartu Keluarga, surat keterangan waris serta akta kelahiran
  6. Bukti atas hak yang dimohonkan
  7. Surat pernyataan telah memasang tanda batas
  8. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (dan Surat Tanda Terima Sementara

Apabila semua dokumen tersebut sudah terpenuhi, maka pendaftaran tanah adat Girik dapat dilakukan di Kantor Pertanahan setempat. Setelah itu, Pihak Kantor Pertanahan mendatangi lokasi untuk mengukur tanah dan mengambil gambar tanah, lalu pengumuman, pengesahan pengumuman. Kemudian, pemohon membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Terakhir, penerbitan sertifikat tanah yang memakan waktu kurang lebih 3 bulan. Demikianlah cara penyertifikatan tanah adat Girik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 15 =