Bolehkah Ayah Angkat Menjadi Wali Nikah

Bolehkah Ayah Angkat Menjadi Wali Nikah

Dalam sebuah pernikahan menurut Islam dianggap sah bila memenuhi syarat berikut di bawah ini: ada calon suami, ada calon istri, ada wali nikah, dua orang saksi, ijab dan qabul. Pembahasan mengenai rukun pernikahan di sini akan difokuskan pada rukun ke-tiga Wali Nikah. Dalam Pasal 19 Kompilasi Hukum Islam, menyatakan bahwa adanya wali nikah merupakan rukun yang harus dipenuhi bagi calon mempelai wanita yang bertindak untuk menikahkan.

Adapun syarat untuk menjadi Wali Nikah ialah seorang laki-laki yang memenuhi syarat hukum Islam yakni muslim, aqil dan baligh. Wali nikah terdiri dari dua kelmpok berdasarkan asal-usulnya. Yang pertama adalah Wali Nasab, terdiri dari empat kelompok yaitu: kerabat laki-laki ayahnya, kakek dari pihak ayahnya, saudara laki-laki kandung dan kerabat laki-laki lainnya yang masih dalam hubungan darah. Kedua, Wali Hakim yaitu yang dapat bertindak sebagai wali nikah bila wali nasab yang akan dinikahkan tidak diketahui dan telah diberi kewenangan oleh Menteri Agama.

Dari ketentuan mengenai wali nikah di atas, dapat disimpulkan bahwa wali nikah yang dimaksud dalam Islam adalah kerabat laki-laki kandung yaitu: ayah, saudara laki-laki seayah, atau kerabat lain yang masih memiliki hubungan darah. Secara hukum Islam untuk seorang ayah angkat tidak memiliki kewajiban untuk menjadi Wali Nikah bagi putri angkatnya bila asal-usul keluarga dari putri angkatnya diketahui dan benar ada. Apabila putri angkatnya memang tidak diketahui asal-usul keluarga dan saudara-saudaranya ketika ia di adopsi, maka jalan lain adalah menggunakan Wali hakim yang ditunjuk oleh Menteri Agama yang diberi hak dan kewenangan untuk bertindak sebagai wali nikah.

Namun jika memang memenuhi syarat dan putri angkat yang dinikahkan memang tidak mengetahui orang tua kandungnya, maka ayah angkatnya berhak menjadi wali nikah baginya. Terlebih lagi, bila anak angkat tersebut telah dihubungkan jalinan darah dan hak waris oleh ayah angkatnya sebagaimana hubungan anak kandung dengan orang tuanya.

Itulah ketentuan mengenai boleh-tidaknya ayah angkat menjadi wali nikah bagi putri angkatnya yang ditetapkan berdasarkan penyelidikan asal-usul mengenai keluarga kandung si anak angkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 13 =