Bentuk Badan Usaha Untuk Industri Pangan Olahan

Bentuk Badan Usaha Untuk Industri Pangan Olahan

Sebelum membahas bentuk badan usaha untuk industri pangan olahan, ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Badan Usaha. Badan Usaha adalah sebuah badan yang melaukan kegiatan usaha. Ada dua bentuk badan usaha yaitu yang berbentuk hokum seperti Perseroan Terbtas yang sekurang-kurangnya memiliki modal sebesar 50 juta rupiah dan terdapat pemisahan antara kekayaan badan usaha dan pemiliknya, dan badan usaha bukan hokum yang tidak memisahkan kekayaan badan usaha dengan kekayaan pemiliknya. Bentuk Badan usaha bukan hukum terdiri dari: persekutuan perdata, Firma, dan CV

Merujuk pada jenis usaha pengolahan pangan maka ada Izin Depkes untuk produksi makanan dan minuman yaitu Peraturan BPOM No.hk.03.1.5.12.11.09955/2011 Tentang Pendaftaran Pangan Olahan. Yang dimaksud Pangan olahan adalah makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan, termasuk Pangan Olahan Tertentu, Bahan Tambahan Pangan, Pangan Produk Rekayasa Genetika, dan Pangan Iradiasi yang wajib didaftarkan berdasarkan peraturan Kepala BPOM No. 03/2011 kecuali Industri Rumah Tangga. Akan tetapi untuk Industri Rumah Tangga wajib memiliki sertifikat produksi pangan.

Bentuk Usaha Dagang Untuk Industri Pabrik

Industri merpakan kegiatan ekonomi mengolah bahan mentah atau barang baku atau barang setengah jadi dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi. Usaha Industri wajib memiliki Izin Usaha Industri. Usaha Industri dapat berbentuk perorangan, perusahaan persekutuan, atau badan hukum yang berkedudukan di Indonesia.

Untuk industri kecil tidak diwajibkan IUI namun harus memiliki Tanda Daftar Industri (“TDI”) yang diberlakukan sebagai Izin. Biasanya idustri kecil memiliki nilai investasi antara 5 juta samapai 2 ratus juta rupiah.

Jadi, mengenai pemilihan bentuk badan usaha untuk industri pangan olahan bergantung pada kebutuhan dan keinginan pengusaha dengan mempertimbangkan karakter jenis badan usahanya. Dalam hal ini, perusahaan industri olahan pangan dapat berbentuk perorangan atau badan hokum. Sepanjang memiliki izin menjalankan usaha baik itu berupa Izin Usaha Industri (IUI) atau pun Tanda Daftar Industri (TDI), maka usaha dapat di jalankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − eleven =