Batasan Kepemilikan Waralaba Minuman dan Juga Makanan

Batasan Kepemilikan Waralaba  Minuman dan Juga Makanan

Mungkin untuk para pengusaha kecil yang ingin mengembangkan usahanya ada sedikit kesulitan mengenai aturan kepemilikan usaha waralaba. Saat ini waralaba memang banyak didominasi oleh usaha makanan dan minuman. Contohnya saja seperti McDonald, KFC, Jaco Donnut, Cosa Cola dan sebagainya. Tentu ketika anda ingin membeli merek dagang atau menjadi franchise (pihak penerima waralaba dari pewaralaba) harus memahami Batasan Kepemilikan Waralaba Makanan dan Minuman. Mengenai hal ini akan dibahas berdasarkan hukum yang mengatur yang berlaku untuk waralaba di Indonesia. Secara sah dan hukum, kegiatan waralaba diatur dalam Permendag No.7/M-DAG/PER/2/2013 mengatur mengenai waralaba jasa makanan dan minuman.

Dalam Pasal 4 Permendag No.7/M-DAG/PER/2/2013 dijelaskan mengenai jumlah gerai yang dapat didirikan oleh pemilik waralaba untuk jenis waralaba makanan dan minuman. Adapun isi dari peraturan ini yaitu menegaskan bahwa Pemberi waralaba dan penerima waralaba untuk usaha makanan dan minuman dapat mendirikan gerai yang dikelola sendiri sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a paling banyak adalah 250 gerai. Sebagai tambahan dalam pasal 5 Pasal 5 ayat (1) huruf a Permendag No.7/M-DAG/PER/2/2013 disebutkan bahwa dalam hal pemberian dan penerimaan waralaba makanan dan minuman yang telah memiliki 250 gerai dan akan melakukan penambahan gerai, dengan demikian gerai tambahan wajib diwaralabakan serta dikerjasamakan dengan pola penyertaan modal.

Untuk mekanisme kerjasama waralaba dengan penyertaan modal maka nilai minimum prosentasinya telah ditentukan seperti yang disebutkan dalam Pasal 5 ayat 2 huruf (a) dan (b) Permendag No.7/M-DAG/PER/2/2013, yaitu: Bagi pemilik waralaba yang melakukan penambahan gerai dengan investasi kurang dari Rp.10 milyar maka besar modal dari penerima waralaba adalah 40%. Sementara untuk investasi lebih dari Rp.10 milyar penyertaan modal dari penerima waralaba minimal 30%.

Demikianlah ulasan mengenai Batasan Kepemilikan Waralaba Makanan dan Minuman yang diatur dalam Permendag No.7/M-DAG/PER/2/2013. Semoga informasi ini bisa menjadi pengetahuan tambahan untuk para pengusaha waralaba agar tertib dan teratur dalam menjalankan usaha. Diharapkan kegitan usaha waralaba di Indonesia dapat berjalan sesui mekanisme hukum yang berlaku, sehingga tidak terjadi kasus kepemilikan yang tidak sah atau melanggar hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 4 =