Balik Nama Sertifikat Waris Anda Dengan Prosedur Yang Jelas

Masalah pembagian tanah waris memang cukup pelik dan memerlukan kerjasama yang solid dari semua pihak pemegang hak waris. Bila anda bermaksud untuk membeli tanah yang kepemilikannya masih atas nama orang tua ahli waris, anda harus berhati-hati karena status tanah tersebut masih milik bersama dan akan diperlukan persetujuan dari semua ahli waris tanah tersebut. Hal ini akan memerlukan prosedur Balik Nama Sertifikat Waris agar tidak terjadi persengketaan di kemudian hari.

Sebelum anda mengambil keputusan untuk membeli tanah yang status sertifikatnya masih dipegang oleh orang tua dari ahli waris maka cobalah untuk mengubah dulu nama pemilik sertifikat tanah itu dengan nama ahli waris. Agar lebih simple anda bisa meminta ahli waris untuk mengurus hal ikhwal terkait hal-hal penting dalam proses jual beli misalnya surat keterangan ahli waris, surat kematian dari desa/kelurahan dan harus ditandatangani oleh seluruh ahli waris.

Sebelum semua dokumen itu ada, sebaiknya anda jangan mau direpotkan untuk terlibat dalam urusan intern keluarga ahli waris. Berikutnya, sebelum melakukan balik nama sertifikat waris anda disarankan untuk mengurus semua proses lanjutan di depan pejabat berwenang (PPAT) agar status hukumya semakin kuat. Yang harus diingat, anda harus menghindari jual beli tanpa sepengatahuan PPAT. Jika karena suatu alasan jual beli itu belum bisa dilaksanakan secara legal melalui akta PPAT, maka akan lebih baik jika anda membuat semacam pengikat jual beli dan tidak hanya memegang bukti pembayaran uang mukanya saja (Kwitansi).

Waktu yang diberikan kepada keluarga ahli waris untuk mengurus balik nama sertifikat waris kurang lebih 6 bulan dan hanya boleh diurus oleh ahli waris yang berstatus pemilik awal properti.

Tahap awal prosedur balik nama sertifikat waris adalah meminta surat keterangan ahli waris dari kelurahan dengan disertai materai Rp. 6.000,- Setelah itu ditandangani seluruh ahli waris, dua orang saksi dan dihadiri oleh lurah dan camat.

Agar lebih praktis, semua dilakukan di satu kertas. Nantinya, pernyataan dari ahli waris inilah yang dipakai untuk mengurus seluruh harta benda yang dulu dimiliki oleh almarhum.

Peralihan Hak Sertifikat Tanah Waris dilakukan dengan memperhatikan syarat-syarat berikut :

  1. Menyediakan surat pernyataan waris yang ditandatangani di atas materai Rp. 6.000,- oleh dua orang saksi, lurah, camat dan ahli waris.
  2. Datang ke BPN dan menunjukkan salinan surat keterangan ahli waris
  3. Menunjukkan salinan ktp semua ahli waris
  4. Jika ahli waris umurnya belum mencukupi maka harus disertai dengan akte kelahiran, untuk tanda tangan bisa diwakilkan ke ayah/ibunya yang masih hidup atau saudaranya, untuk nama tetap nama ahli waris
  5. Bukti pembayaran PBB yang berlaku
  6. Salinan surat kematian dari kantor kelurahan
  7. Membayar biaya peralihan ke bank yang ditunjuk

Adapun syarat-syarat balik nama sertifikat waris adalah sebagai berikut :

  1. Sertifikat original
  2. Salinan KTP penjual (suami istri)
  3. Salinan KTP penjual
  4. Salinan KTP pembeli (suami istri)
  5. Salinan KK pembeli
  6. Salinan SPPT PBB tahun jual beli dan 5 tahun terakhir (ada persyaratan yang mengharuskan tanah yang dibalik nama harus lunas dulu pembayaran PBB nya dalam 5 tahun terakhir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × one =