Apakah pencemaran nama baik melalui social media termasuk delik biasa atau aduan?

Apakah jika seseorang pulick figure seperti seorang pengacara atau advokat mencemari nama baik seseorang serta mengeluarkan kalimat-kalimat yang sifatnya sendiri mengandung SARA, dan memprovokasi para pengguna social media bisa dikenai hukuman. Dan jika benar, dimankah kita harus melaporkannya?. Mungin pertanyaan itu sempat terbesit difikiran anda semua. Oleh karena itu kami akan berusaha untuk memberikan infonya guna menjawab pertanyaan seputar masalah tesrebut. Menurut UU no 11 tahun 2008 mengenai informasi dan transaksi elektornik atau yang sering disebut dengan UU ITE. , terkait profesi seorang advokat ataupun pengacara yang diduga melakukan pencemaran nama baik , tentu saja hal tersebut akan merujuk pada ketentuan yang ada di kode etik profesi advokat, serta peraturan yang lainnya.

Dan sebelum itu , kami akan memberikan anda informasi terlebih dahulu tentang perbedaan dari SARA dan disemasi informasi pencemaran nama baik. Didalam UU ITE, penghinana ataupun pencemaran nama baik itu sudah ada dan diatur dalam pasal 27 ayat 3. Dan SARA sendiri sudah diatur pula pada pasal 28 ayat 2. Sedangkan merujuk pasal 43 ayat 1, UU ITE, delik-delik tersebut bisa diadukan ataupun dilaporkan kepada POLRI atau PPNS ITE, yaitu Penyidk Pegawai Negeri Sipil informasi dan Transaksi Elektronik. Dan saksi atau hukumannya nya sendiri bisa dijatuhkan kepada pelaku bila sudah terbukti dan memenuhi seluruh unsur serta sudah melaui proses peradilan pidana.

Sedangakan untuk pasal yang bisa dikenakan oleh para pelakunya ini adalah pasal 27 ayat 3 UU ITE, yang berbunyi “ setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendstribusikan dan /atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Namun untuk menentukan apakah adanya sebuah penghinaan ataupun pencemaran nama baik itu, yang bisa menentukannya sendiri adlaah si korban. Karena ia dapat menilai secara subjektif, mengenai konten yang dirasa sudah menyerang kehormatan atau pun nama baiknya tersebut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + twenty =