Sertifikat Halal dari MUI Sepenting Apakah Itu?

Karena banyaknya produk makanan yang beredar di masyarakat, banyak pihak, terutama yang beragama islam merasa perlu untuk memberlakukan sebuah standarisasi berupa label halal pada produk-produk yang beredar di pasaran. Lantas bagaimana cara mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI ini apakah proses nya sulit atau moderat dan seperti apa kemudahan yang akan didapat pengusaha setelah mendapatkan sertifikat halal ini? Semua akan dibahas dengan lugas di postingan kali ini.

Alasan pentingnya sertifikasi halal adalah sebagai jaminan bahwa makanan yang diedarkan di pasaran sudah memenuhi ketentuan syariat islam baik dari segi bahan dasar, bahan tambahan yang digunakan, hingga cara produksinya sehingga aman untuk dikonsumsi oleh orang islam. Al-Qur-an sendiri memerintahkan agar umat islam hanya diperbolehkan mengkonsumsi makanan-makanan halal dan baik-baik saja. Maka dari itu, agar umat tidak merasa was-was bila sebuah produk pangan itu halal atau haram maka diperlukan Sertifikat Halal dari MUI.

Dalam hal ini LPPOM MUI sebagai lembaga yang mengeluarkan sertifikat halal di Indonesia menerapkan prinsip Zero Tollerance, di mana kehalalan harus mencapai 100%. Jika prosedur ini tidak terpenuhi maka sebuah produk pangan dinyatakan tidak halal dan harus dihindari.

LPPOM MUI adalah lembaga di Indonesia yang berkompeten untuk mengeluarkan sertifikasi halal. Produk pangan yang ditetapkan halal oleh LPPOM-MUI diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, pengkajian secara teknis, hingga pengujian oleh para ahli pangan. Setelah Sertifikat Halal dari MUI diperoleh, sebuah perusahaan pangan dibolehkan mencantumkan label halal di kemasan dengan seizing BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

Berikut adalah persyaratan untuk mengurus Sertifikat Halal dari MUI. Silakan disimak.

  1. Biaya administrasi formulir sebesar Rp. 100.000,-
  2. Pas Photo ukuran 3×4 seanyak 2 lembar
  3. Foto Copy KTP Pemilik 1 lembar
  4. Foto Copy KTP Karyawan 1 lembar
  5. Melampirkan Daftar Menu
  6. Melampirkan Bahan Baku
  7. Foto Copy Pembelian Sertifikat Halal Ayam dan Daging yang masih berlaku
  8. List Bahan Baku untuk produk yang ingin disertifikasi halal
  9. Matriks Bahan Baku Untuk Produk yang ingin disertifikasi halal
  10. Foto Copy Sertifikat Halal untuk produk sebelumnya
  11. Dokumen SJH untuk perusahaan baru dan Revisi Manual SJH untuk perusahaan dengan Sertifikat Halal (Kalau ada)
  12. Data Pendukung untuk bahan baku
  13. Alur Produksi produk yang ingin disertifikasi (Dibuatkan diagramnya)
  14. Peta Lokasi pabrik
  15. Layout pabrik
  16. Surat pernyataan berisi keterangan bahwa semua fasilitas produksi tidak memiliki unsur babi
  17. Surat Depkes
  18. Profil Perusahaan
  19. Keterangan lengkap berisi alamat pabrik, gudang penyimpanan, fasilitas pencampuran, penimbanga, dan lain-lain)
  20. NPWP
  21. Keterangan Domisili

Demikianlah prosedur yang harus anda penuhi untuk memperoleh Sertifikat Halal dari MUI. Besar harapan kami semoga semua informasi yang kami sampaikan di sini bermanfaat untuk anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + one =